Kelompok Wanita Tani

Mengenal KWT Lebih Dekat

Setiap kelompok wanita tani punya cerita dan kegiatannya masing-masing. Ada yang aktif mengelola kebun, menanam berbagai jenis tanaman, mengolah hasil panen, membuat produk, atau menjalankan kegiatan bersama anggota kelompok.

Sobat KWT hadir untuk mengenalkan berbagai kegiatan tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya. Bukan hanya dari satu desa, tetapi dari berbagai KWT yang ada di beberapa desa dan wilayah.

Beragam Kegiatan, Beragam Cerita

Kegiatan yang dilakukan setiap KWT tentu tidak selalu sama. Ada yang fokus pada pertanian, ada yang mengembangkan produk olahan, ada yang mulai memasarkan hasilnya, dan ada pula yang masih terus belajar dan mencoba hal-hal baru.

Dari kegiatan-kegiatan tersebut, ada banyak cerita yang menarik untuk dibagikan. Mulai dari kegiatan di kebun, hasil panen, proses membuat produk, sampai kegiatan bersama para anggota KWT.

Sobat KWT

Melalui Sobat KWT, berbagai kegiatan dan hasil karya KWT dari berbagai daerah dikumpulkan dan dibagikan agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.Saat ini, cerita yang dibagikan sudah berasal dari KWT di dua kabupaten. Ke depannya, Sobat KWT ingin terus mengenal dan membagikan cerita dari lebih banyak kelompok wanita tani di berbagai daerah di Indonesia.Karena setiap KWT punya kegiatan, pengalaman, dan cerita yang berbeda.

KWT Karya Tani | Purbalingga

Profil KWT Karya Tani

KWT Purkid Maju Jaya | Banyumas

Profil KWT Parkid Maju Jaya

KWT Desa Purbadana | Banyumas

Kegiatan pemasaran memperkuat keterampilan anggota dalam mengemas, mengenalkan, dan menjual produk kelompok kepada masyarakat sekitar.

KWT Desa Pandak | Banyumas

Dokumentasi program merangkum proses, pembelajaran, dan dampak pengabdian sebagai referensi bagi mitra yang ingin berkolaborasi.

Dari Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif: UNSOED Dampingi KWT Purkid Maju Jaya Perkuat Ketahanan Pangan dan Pasar Digital

PURWODADI – Lahan pekarangan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini mulai berubah menjadi lahan produktif yang ditanami sayuran. Transformasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melalui program “Transformasi Pekarangan Desa Purwodadi untuk Peningkatan Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Produk Olahan pada KWT Purkid Maju Jaya.” Kegiatan ini didanai oleh BLU Universitas Jenderal Soedirman Tahun Pendanaan 2026.

Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan, tetapi juga mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, diversifikasi produk, dan pemasaran digital untuk meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Purkid Maju Jaya.

Salah satu kegiatan utama dilaksanakan oleh Dumaris Priskila Purba, S.P., M.Si. melalui pelatihan penanaman dan budidaya sayuran organik. Kegiatan dilakukan langsung di lahan yang akan diaktifkan, sehingga peserta dapat mempraktikkan proses budidaya secara langsung. Materi pelatihan meliputi pemilihan dan penggunaan benih, pemanfaatan pupuk, serta pengelolaan dan pengendalian hama tanaman. Melalui kegiatan ini, satu lahan tidur mulai diaktifkan sebagai lahan produktif yang dapat mendukung ketersediaan pangan sekaligus berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Untuk mendukung keberhasilan budidaya, program juga membangun satu titik sistem irigasi sederhana pada lahan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan membantu KWT dalam memenuhi kebutuhan air tanaman dan memudahkan pemeliharaan sayuran secara berkelanjutan.

Sementara itu, aspek peningkatan nilai tambah produk diperkuat melalui pelatihan pengemasan produk sayuran yang diberikan oleh Telma Anis Safitri, S.T., M.M. Pelatihan diarahkan agar produk KWT memiliki tampilan yang lebih menarik, informatif, dan siap dipasarkan. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada diversifikasi packing untuk dua kelompok produk, yaitu serbuk jahe dan sayuran.

Pada produk serbuk jahe, KWT mendapatkan pendampingan dalam pengembangan desain stiker label yang dapat digunakan sebagai identitas produk. Sementara untuk produk sayuran, dikembangkan konsep kemasan menggunakan sterofoam, label “fresh”, dan sayuran. Diversifikasi kemasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memberikan identitas yang lebih kuat bagi produk KWT Purkid Maju Jaya.

Penguatan kapasitas KWT juga dilakukan pada aspek pemasaran. Dwi Astarani Aslindar, S.Pd., M.Pd. memberikan pelatihan strategi pemasaran dengan menekankan pemanfaatan media digital. Peserta diperkenalkan pada penggunaan Instagram dan WhatsApp Business sebagai sarana promosi, komunikasi dengan pelanggan, dan pengembangan jaringan pemasaran.

Melalui pendampingan tersebut, anggota KWT tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga memahami bagaimana produk dapat diperkenalkan kepada konsumen melalui kanal digital. Instagram dimanfaatkan sebagai media untuk membangun visibilitas produk, sedangkan WhatsApp Business digunakan untuk mendukung komunikasi dan pelayanan kepada calon konsumen.

Program ini menghasilkan empat capaian utama, yaitu pengaktifan satu lahan tidur menjadi lahan produktif sayuran, pembangunan satu titik sistem irigasi sederhana, diversifikasi kemasan untuk dua produk berupa serbuk jahe dan sayuran, serta pengembangan pemasaran digital melalui Instagram dan WhatsApp Business.

Integrasi antara budidaya, teknologi sederhana, pengemasan, dan pemasaran digital menjadi pendekatan penting dalam mendorong KWT Purkid Maju Jaya agar tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dari produk yang dihasilkan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi Universitas Jenderal Soedirman dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, lahan pekarangan diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai sumber pangan produktif, sementara produk olahan KWT memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui kemasan yang menarik dan strategi pemasaran digital.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman ini didanai oleh BLU UNSOED Tahun Pendanaan 2026.